Selasa, 07 Juni 2011

Fakta Dibalik Simbol-simbol Teknologi

Ada beberapa macam, simbol-simbol yang dipakai dalam dunia teknologi tapi apakah anda tahu bagaimana fakta dibalik simbol-simbol tersebut? Nah, berikut ini adalah sebagian fakta dari gambar simbol-simbol teknologi....

1. Tombol Power


Simbol ini asal mulanya digunakan pertama kali pada perang dunia 2 sebagai sandi untuk saklar. Garis vertikal melambangkan angka "1" yang artinya hidup atau on, dan lingkaran melambangkan angka "0" yang artinya mati atau off. Sementara lingkaran yang tidak sempurna melambangkan kondisi standby.


2. Tombol Bluetooth


yang satu ini sudah tidak asing lagi buat yang hobi hobi transfer data dari satu perangkat ke perangkat lain. Gara-gara suka buah blueberry, raja Denmark ke-10, Harald Blatand mewarnai salah satu giginya dengan warna biru. Dan gara-gara bluetooth receptor pertama bentuknya mirip dengan gigi sang raja, dipakailah sandi yang biasa melambangkan raja Harald sebagai simbolnya.


3. Tombol Play


Belum ada kisah yang pasti dan jelas kenapa segitiga dipake buat melambangkan tombol play. Yang pasti, segitiga dianggap jadi simbol penunjuk arah yang paling gampang terbaca. Posisinya yang mengarah ke kanan mengingatkan kita pada arah jalan pita rekam pada kaset.


4. Simbol USB

Kesaktian tongkat Neptunus menginspirasi simbol USB sebagai konektor yang bisa menghubungkan koneksi apapun. Tiga ujung tongkatnya yang terbentuk dari tiga bidang, kotak, segitiga, dan lingkaran jadi penegas kalau USB adalah konektor yang serba bisa.


5. Lambang AT

Saat belum ada mesin cetak, pendeta harus menulis tangan tiap naskah yang diterbitkan. Daripada repot menulis kata "at", mereka pun bikin simbil "t" yang melilit "a". Maka jadilah simbol ini.


dari berbagai sumber

Jumat, 03 Juni 2011

Macam-macam Jenis Takut (Phobia)



Takut (Fobia) adalah perasaan cemas dan agitasi (ketidaknyamanan akan hal tertentu) sebagai respons dari suatu ancaman. Gangguan fobia adalah rasa takut yang persisten/berkesinambungan terhadap objek atau situasi dan rasa takut ini tidak sebanding dengan ancaman yang sedang dihadapi.

Sebagai contoh, rasa takut yang mencekam karena mobil anda kehilangan kendali adalah normal karena ada dasar objektif untuk rasa takut tersebut.
Pada gangguan fobia, ketakutan yang dialami jauh melebihi penilaian tentang bahaya yang ada. Orang yang mempunyai fobia menyetir, ada kemungkinan menjadi takut bahkan bila mereka menyetir dengan kecepatan yang rendah, letika udara cerah, dan di jalan yang sepi. Atau merek mungkin begitu ketakutan sehingga tidak berani menyetir bahkan naik mobil pun tidak berani. Orang dengan gangguan fobia tidak kehilangan kontak dengan realitas, mereka biasanya tahu bahwa ketakutan mereka itu berlebihan dan tidak pada tempatnya.

Hal yang aneh tentang fobia adalah biasanya melibatkan ketakutan terhadap peristiwa yang biasa dalam hidup, bukan yang luar biasa. Orang dengan fobia mengalami ketakutan untuk hal-hal yang amat biasa, seperti naik elevator atau naik mobil di jalan raya. Dengan contoh ini, dapat diketahui bahwa fobia dapat mengganggu bila berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari seperti naik kendaraan, berbelanja, atau pergi keluar rumah.
Berikut ini adalah tiga tipe fobia berdasarkan sistem DSM, yaitu fobia spesifik, fobia sosial, dan agorafobia.


» Phobia Spesifik «


Phobia spesifik adalah ketakutan yang berlebihan dan persisten terhadap objek atau situasi spesifik, seperti:

•Acrophobia : takut terhadap ketinggian, bahkan hanya setinggi 2 meter sudah cukup menakutkan bagi penderita Phobia ini.

•Claustrophobia : takut terhadap tempat tertutup/terkunci sehingga orang dengan Phobia jenis ini sering berada di taman atau di lapangan olahraga bersama teman-temannya.

•Phobia binatang : takut terhadap binatang tertentu seperti tikus, ular, atau binatang-binatang menjijikkan. Anda bisa saja mempunyai ketakutan terhadap hewan-hewan tersebut. Namun, bila ketakutan itu mengganggu kehidupan sehari-hari atau menyebabkan distres emosional yang signifikan di dalam diri Anda (bahkan ketika Anda hanya membayangkan hewan itu), maka barulah Anda mengalami Phobia.

•Phobia benda-benda tertentu : seperti jarum suntik (bukan sakitnya yang mereka takuti, tetapi jarumnya), pisau, benda-benda elektronik, atau benda-benda lain.


» Phobia Sosial «


Phobia sosial adalah ketakutan yang intens terhadap situasi sosial atau ramai sehingga mereka mungkin sama sekali menghindarinya, atau menghadapinya tetapi dengan distres yang amat berkecamuk. Penderita Phobia sosial mengalami ketakutan terhadap situasi sosial seperti berkencan, datang ke pesta, pertemuan-pertemuan sosial, bahkan presentasi untuk ujian. Phobia sosial yang mendasar adalah ketakutan berlebihan terhadap evaluasi negatif dari orang lain, dalam artian mereka takut dinilai jelek oleh orang lain. Mungkin mereka merasa seakan-akan ribuan pasang mata sedang memperhatikan dengan teliti setiap gerak yang mereka lakukan. Contoh umum untuk
Phobia jenis ini adalah:

- Demam panggung yang berlebihan

- Kecemasan berbicara di forum yang berlebihan, bahkan dihadapan orang-orang terdekat sekalipun.

- Kecemasan meminta sesuatu, seperti memesan makanan di rumah makan karena takut pelayan atau teman menertawai makanan yang mereka pesan.

- Ketakutan bertemu dengan orang baru, hal ini menyebabkan penderita tidak berkembang dalam hal sosial.



Phobia jenis ini menyebabkan penurunan kualitas hidup penderitanya, seperti kualitas untuk mencapai sasaran pendidikan , maju dalam karier, atau bertahan dalam pekerjaan yang membutuhkan interaksi dengan orang lain secara langsung. Sekali Phobia sosial tercipta, maka akan berlanjut secara kronis sepanjang hidup.

» Agorafobia «



Agorafobia secara harfiah diartikan sebagai “takut kepada pasar”, yang sugestif untuk ketakutan berada di tempat-tempat terbuka dan ramai (berbeda dengan Phobia sosial, agorafobia tidak “mati sosial” bila berinteraksi dengan orang-orang di tempat yang sepi). Agorafobia melibatkan ketakutan terhadap tempat-tempat atau situasi-situasi yang memberi kesulitan bagi mereka untuk meminta bantuan ketika ada suatu problem yang menimpa mereka atau orang lain. Orang-orang dengan agorafobia takut untuk pergi berbelanja di toko-toko yang penih sesak, bersempit-sempitan di bus, dan lain-lain yang kira-kira membuat mereka sulit meminta pertolongan.

sumber : http://www.adipedia.com/

Rabu, 01 Juni 2011

Tips Menangkal Radiasi Ponsel


Jaman sekarang semua orang pasti punya yang namanya HP/Ponsel. Dari yang kalangan menengah - bawah sampe yang menengah - atas. Bahkan ada yang punya HP sampe lebih dari 5!! .Tapi taukah kalian bahaya radiasi ponsel
itu?

Hasil penelitian terbaru dari WHO mengungkapkan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak. Radiasi ponsel dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya seperti timbal, asap knalpot, dan kloroform. Studi World Health Organization (WHO) yang menyimpulkan ponsel dapat menyebabkan kanker memang harus diwaspadai, khususnya pada anak-anak. Namun dinilai tidak perlu juga sampai khawatir berlebihan.

"Penemuan WHO menunjukkan bukti terbatas yang menghubungkan ponsel dengan glioma (tipe tumor otak-red) dan penyakit acousitc neuroma, serta bukti tidak memadai untuk tipe kanker lain," ucap Profesor Bernard Stewart dari Cancer Council Australia

Namun demikian, bahaya radiasi ponsel tak boleh diremehkan. Terry Svain dari Occupation and Environmental Cancer Committee menyarankan agar orang-orang berupaya meminimalisir risiko.

"Terdapat langkah praktis yang bisa diambil misalnya memakai perangkat hands free dan lebih banyak memanfaatkan SMS ketimbang panggilan suara," katanya seperti dilansir Sidney Morning Herald dan dikutip detikINET, Rabu (1/6/2011).

Risiko Pada Anak

Khususnya bagi anak kecil, pembatasan pemakaian ponsel dianggap perlu dilakukan. Sebab, otak mereka yang masih dalam tahap perkembangan riskan jika terkena paparan radiasi ponsel.

"Kami juga menyarankan perhatian yang lebih besar bagi anak-anak yang memakai ponsel karena jaringan otak mereka masih dalam tahap perkembangan," imbuh Terry.

Laporan dari International EMF [Electromagnetic Field] Collaborative yang ditulis kelompok peneliti internasional pernah mengakui adanya kemungkinan munculnya kanker akibat terstimulasi penggunaan ponsel, terlebih bagi anak-anak.

Kelompok ini pun mendukung pembatasan penggunaan alat komunikasi tersebut di kalangan anak di bawah umur seperti yang telah dijalankan di beberapa negara Eropa yang memiliki perhatian khusus terhadap isu ini.

"Beberapa negara telah melarang penggunaan ponsel atas dasar kesehatan. Salah satunya adalah Prancis, di mana siswa-siswi Taman Kanak-kanak hanya boleh menggunakan ponsel untuk berkirim SMS," ujar salah seorang penulis laporan, Lloyd Morgan.

Nah, berikut ini merupakan kiat untuk menangkal radiasi dari ponsel.

1. Gunakan Headset

Inilah cara yang paling mudah untuk menangkal ancaman radiasi ponsel. Tentu saja, kita tidak bisa menolak untuk menerima panggilan telepon. Namun jika Anda masih khawatir, ada baiknya menggunakan headset. Intinya adalah telepon genggam Anda, tidak terlalu dekat dengan otak.









2. Kurangi Bluetooth dan Headset Wireless

Menggunakan headset bisa menjadi pilihan untuk mengurangi radiasi ponsel. Namun ingat, pilih headset yang konvensional alias yang masih menggunakan kabel untuk terhubung dengan ponsel. Jangan menggunakan headset wireless. Fitur bluetooth di ponsel juga jangan terus menerus diaktifkan, gunakan seperlunya.













3. Speakerphone

Menggunakan speaker ketika bertelepon juga bisa menjadi pilihan. Namun tentu saja, ada rasa kurang nyaman ketika hal ini dilakukan di tempat publik. Tapi setidaknya, Anda tidak harus menempelkan ponsel di kepala ketika bertelepon. Jadi pilihan ini mungkin bisa digunakan ketika Anda tengah berada di tempat privat seperti di rumah.









4. Casing Penahan Radiasi

Kekhawatiran radiasi ponsel belakangan memunculkan casing berkemampuan khusus yang diklaim bisa meminimalisir hantaran radiasi yang berasal dari ponsel. Jika dirasa diperlukan, mungkin Anda bisa mencarinya di pertokoan.














5. Sudut Ruangan

Hindari menerima telepon di sudut ruangan. Sudut ruangan yang biasanya sepi namun di sisi lain terkadang juga menjadi tempat di mana sinyal telepon menjadi lemah. Nah, sinyal yang lemah justru dikatakan memicu radiasi yang lebih tinggi. Hal ini berlaku pula di area yang sempit/kecil seperti lift.









6. Jangan Selalu Menempel

Ponsel yang Anda gunakan boleh saja menjadi gadget kesayangan, namun untuk kesehatan yang lebih baik, ada baiknya Anda jangan selalu nempel dengan ponsel tersebut. Ponsel yang tidak digunakan direkomendasikan ditaruh di tas atau di atas meja. Hal ini dikatakan lebih baik ketimbang ditempatkan di kantong celana.










7. Diam Kala Menelpon

Ketika menerima telepon sebaiknya Anda tidak berjalan-jalan. Pasalnya, dalam keadaan bergerak maka sinyal ponsel akan terus mencari pancaran sinyal yang kuat dari base transceiver station (BTS). Aktivitas ini justru akan menguatkan radiasi.










8. Gunakan Dua Telinga

Hindari penggunaan satu bagian telinga ketika bertelepon. Misalnya, selalu menerima telepon dengan telinga bagian kiri saja. Menurut para ahli, hal ini justru tidak baik. Manfaatkan kedua telinga Anda untuk meminimalisir radiasi yang terpancar.

Saat ini Badan Lingkungan Eropa telah mendorong untuk melakukan studi lebih lanjut. Namun tidak salahnya juga kan kita melakukan suatu langkah antisipasi ketimbang mengambil risiko di masa depan.



dari berbagai sumber

Arhy Blog. Diberdayakan oleh Blogger.