Sabtu, 18 September 2010

Otak Ayam Bisa Secerdik dan Selicik Manusia

Ayam selama ini dianggap sebagai mahluk yang bodoh. Namun, ilmuwan Australia mengungkap sisi lain dari mahluk ini. Ternyata, ayam adalah mahluk cerdas. Otaknya yang kecil bisa secerdik dan selicik otak manusia.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr K-lynn Smith dan Profesor Chris Evans dari Macquarie University menggambarkan bahwa ayam adalah mahluk sosial yang cerdas yang bisa menyesuaikan komunikasinya, tergantung kepada siapa ia 'berbicara'.

Dr Smith mengatakan, ayam yang tinggal di lingkungan dengan kompetisi mencari makan, tempat tinggal, dan pasangan yang tinggi -- ia bisa bisa selicik manusia.

"Ayam mana yang bisa mengakali yang lain dan lebih cerdas, akan lebih gampang mendapatkan makanan, juga betina," kata Smith seperti dimuat laman Sydney Morning Herald.

"Itu yang saya maksud dengan Machiavellian -- gunakan itu untuk menghadapi sainganmu."

Studi itu berjudul, 'Sensasi Ayam : Kasus Ilmiah untuk Peningkatan Standar', menemukan bahwa ayam dapat menggunakan suara dan gerak tubuh untuk menyampaikan informasi mengenai lingkungan eksternal mereka.

Misalnya, ketika jantan menemukan makanan, ia dapat mengeluarkan suara dan melakukan serangkaian gerakan sehingga ayam lain langsung berpikir, "Aha, ayam jantan itu mendapatkan makanan."

Jadi, bagi betina mereka bisa mendatangi ayam itu untuk mendapatkan makanan. Sama halnya dengan ayam jantan -- bisa mengambil makanan dan memberikannya ke betina yang lain.

Dalam proses mempelajari ayam di lingkungan yang alami, Dr Smith dan Profesor Evans juga mengembangkan fasilitas pengujian baru yang menggunakan animasi 3D untuk menstimulasi perubahan perilaku dan penampilan binatang -- tanpa menggunakan prosedur invasif.

Hasilnya, salah jika menganggap mahluk yang paling dekat dengan kecerdasan manusia adalah binatang seperti simpanse.

"Kami menemukan, dalam masyarakat yang kompleks, Anda harus bisa hidup bersama dan bersaing dengan yang lain -- ini melibatkan kecerdasan kognitif."

Seekor ayam jantan harus bersaing dengan lainnya untuk menang.

"Ini memberitahu banyak tentang betapa kompleksnya bagunan kognitif itu."

Penelitian ini memenangkan penghargaan Voiceless Eureka Prize 2001 untuk kategori riset sains yang memberikan kontribusi pada perlindungan hewan.

Penelitian ini dianggap layak menang karena mengubah persepsi manusia terhadap ayam -- bahwa ternyata ayam itu mahluk cerdas. Ini penting untuk membangun konsensus mengakhiri peternakan besar ayam. Demikian menurut Direktur Museum Australia, Frank Howarth.

Haisl penelitian ini akan masuk dalam berbagai buku teks internasional dan baru-baru ini menjadi bagian dari kurikulum untuk siswa menengah di Inggris.


Sumber: http://dunia.vivanews.com/news/

Aneh Tapi Nyata, Ilmuwan Ciptakan Air Kering

Air selalu identik dengan basah. Meski terlihat sangat kontradiktif, ilmuwan berhasil menciptakan 'air kering' atau dry water.

Rupa 'air kering' ini mirip gula bubuk dan diharapkan akan jadi 'percikan besar' secara komersial.

Tiap partikel dari air ini berisi tetesan air yang dikelilingi lapisan pasir silika. Faktanya, 95 persen dari 'dry water' adalah air 'basah'.

Salah satu keunggulan dari produk ini adalah kemampuannya menyerap gas.

Para ilmuwan yakin, dry water bisa digunakan untuk melawan pemanasan global (global warming). Caranya, dengan menyerap dan menyaring gas rumah kaca -- karbon dioksida (CO2).

Tes membuktikan, air kering ini tiga kali lebih baik dalam hal menyerap CO2 dibandingkan air biasa.

Air kering membuktikan bisa berguna menyimpan metana dan memperluas potensi sumber energi gas alam.

Dr Ben Carter dari University of Liverpool mempresentasikan hasil riset dry water dalam The 240th National Meeting of the American Chemical Society di Boston.

"Tidak ada yang seperti ini. Kami berharap bisa melihat dry water membuat gelombang di masa depan," kata dia, seperti dimuat laman Belfast Telegraph, Kamis 26 Agustus 2010.

Aplikasi lainnya didemonstrasikan oleh tim dengan cara menggunakan dry water sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi antara hidrogen dan asam maleat.

Ini menghasilkan asam suksinat, bahan baku utama yang banyak digunakan untuk membuat obat, bahan makanan, dan produk konsumen.

Biasanya hidrogen dan asam maleat harus diaduk secara bersamaan untuk membuat asam suksinat.

Namun, proses ini tak lagi diperlukan jika menggunakan air kering. Ini membuat proses lebih ramah lingkungan dan lebih hemat energi.

"Jika Anda dapat menghapus proses pengadukan, maka kemungkinan Anda membuat penghematan energi yang cukup besar," kata Dr Carter.

Teknologi ini juga dapat diadaptasi untuk menciptakan "emulsi bubuk kering" -- campuran dari dua atau lebih cairan yang tak bisa disatukan -- seperti minyak dan air.

Para peneliti percaya, emulsi kering bisa membuat penyimpanan cairan berbahaya lebih aman dan lebih mudah.

Sumber: http://dunia.vivanews.com/news/

Pada Tahun 2018 Badan Amerika NASA Akan Berangkat Menuju Matahari

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akan melaksanakan misi ambisius, mengirimkan pesawat luar angkasa tanpa awak langsung menuju Matahari.

Proyek ini diharapkan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan penting seputar tata surya kita.

Pesawat seukuran mobil akan diterjunkan ke atmosfer Matahari dalam jarak 4 juta mil dari permukaan Sang Surya. Tugas berat disandang satelit tersebut — mengeksplorasi wilayah yang belum pernah dikunjungi pesawat luar angkasa buatan manusia.

Misi menuju Matahari ini diberi nama Solar Probe Plus dan dijadwalkan diluncurkan pada 2018.

NASA telah memilih lima investigator sains yang akan membuka misteri terbesar Matahari — tepat saat pesawat itu melewati atmosfer Surya.

“Proyek ini membuka ruang bagi kecerdasan manusia untuk pergi ke manapun di luar angkasa — yang belum pernah dijelajahi pesawat manapun sebelumnya,” kata Lika Guhathakurta, ilmuwan program Solar Probe Plus di kantor pusat NASA di Washington, seperti dimuat Daily Mail, 6 September 2010.

“Untuk kali pertamanya, kita akan bisa menyentuh, merasakan, dan mencium Matahari.”

Saat pesawat luar angkasa menyentuh Matahari, perisai karbon revolusioner pesawat harus bisa bertahan di temperatur panas yang dahsyat, sekitar 1.400 derajat Celcius. Juga mengatasi ledakan-ledakan radiasi yang intensif.

Lalu, pesawat tersebut akan ‘berhadapan langsung’ dengan Matahari — memungkinkan para ilmuwan memahami dan mempelajari lingkungan radiasi untuk kepentingan misi eksplorasi selanjutnya.

“Percobaan yang dilakukan Solar Probe Plus secara spesifik didesain untuk menjawab dua pertanyaan soal fisika Matahari. Pertama, mengapa atmosfer terluar Matahari sangat panas dibandingkan permukaannya yang bisa kita lihat? Dan, apa yang mendorong aktivitas Matahari berdampak pada Bumi dan tata surya?

“Kami telah berjuang dengan pertanyaan ini selama beberapa dekade. Misi ini harus berakhir dengan sebuah jawaban.”

Pada 2009 lalu, NASA mengundang sejumlah peneliti untuk mengajukan proposal. Dari 13 yang masuk, lima di antaranya akan mendapat dana sebesar US$180 juta yang ditujukan untuk analisa awal, desain, pengembangan, dan pengujian terkait proyek ini.

Investigasi Solar Wind Electrons Alphas dan Proton secara khusus akan menghitung partikel yang melimpah dalam di sekitar Matahari — ada elektron, proton, dan ion helium — dan mengukur sifat mereka.

Cangkir khusus juga disiapkan untuk menangkap beberapa partikel Matahari, untuk diuji secara langsung

Sementara, sebuah teleskop disiapkan untuk membuat citra 3D korona atau mahkota Matahari. Eksperimen ini akan melihat lingkaran Matahari dan menyediakan gambar 3D awan dan aliran gelombang kejut yang dialami pesawat.

Eksperimen ini juga berfungsi sebagai detektor debu raksasa, mendata tanda tegangan ketika bintik debu luar angkasa menghantam antena pesawat.

Percobaan lain dari Southwest Research Institute di San Antonio akan melihat elemen-elemen di atmosfer matahari menggunakan spektrometer untuk menimbang dan memilah ion di sekitar pesawat.

Sumber: http://teknologitinggi.wordpress.com/


Obat Diabetes Metformin Dapat Cegah Kanker Paru

Obat diabetes metformin memegang janji sebagai salah satu cara untuk mencegah para perokok dari penyakit kanker paru-paru, kata peneliti Amerika Serikat (AS) pada Rabu (1/9).

Mereka mengatakan mertformin dapat mencegah pertumbuhan tumor pada tikus yang terkena kanker–unsur penyebab yang ditemukan dalam asap tembakau dan karena hal tersebut telah banyak digunakan oleh orang-orang, mungkin memerlukan studi lebih lanjut.

Metformin telah menunjukkan pengaktifan enzim yang dapat menahan zat mTOR—protein yang dapat membantu tembakau untuk menginduksi pertumbuhan tumor, demikian laporan Reuters Health.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Dr. Philip Dennis dari “the National Cancer Institute”, bagian dari “the National Institute of Health” telah mempelajari metformin di dalam tikus yang memiliki potensi untuk terkena, unsur penyebab kanker di dalam tembakau disebut “nicotine–derive nitrosamine ketone atau NNK.

Mereka menyuntikkan tikus dengan metformin baik melalui mulut maupun injeksi. Tikus yang mendapatkan suntikan melalui mulut memiliki sekitar 40-50 persen lebih sedikit tumornya, sedangkan melalui injeksi memiliki 72 persen lebih sedikit tumornya.

Penemuan tersebut sangat kuat dan kini para tim ingin meguji cobakan kepada para perokok untuk melihat apakah hal tersebut dapat mencegah pertumbuhan tumor.

“Meskipun berhenti merokok adalah langkah paling penting untuk para perokok saat ini, setengah dari kasus kanker paru-paru didiagnosa pada bekas perokok, meningkatkan pentingnya identifikasi orang-orang yang beresiko tinggi terkena dan indetifikasi perawatan pencegahan yang efektif,” ujar Dennis yang penemuannya diterbitkan di dalam jurnal “Cancer Prevention Research” dalam satu pernyataan.

Studi lain juga menunjukkan bahwa metformin dapat mencegah resiko diabetes pada pankreas dan kanker payudara. Penemuan terakhir saat ini menunjukkan bahwa metformin dapat menjaga tubuh dari induksi tumor paru-paru.

“Studi laboratorium bersama dengan riset laboratorium dan epidemologi sebelumnya menyarankan bahwa metformin baik digunakan untuk pencegahan dan pengobatan,” ujar Dr. Michael Pollak dari McGill University di Montreal yang menulis sebuah tinjauan penelitian metformin di jurnal yang sama.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa tembakau masih menjadi penyebab menonjol kematian secara global. Lebih dari 5 juta orang per tahun meninggal akibat serangan jantung, kanker dan penyakit tumor.

“The U.S Centres for Disease Control and Prevention” memperkirakan 20 persen orang dewasa di Amerika Serikat merokok. Tembakau telah menyebabkan kematian sepertiga hingga setengah dari mereka yang merokok.

Sumber: http://teknologitinggi.wordpress.com


Cara Menjadikan Air Kencing Urine Manusia Bahan Bakar Biofuel

Berbagai cara dilakukan untuk memperoleh bahan bakar alternatif yang bisa perbarui. Mulai dengan mengolah biji jarak dan minyak goreng bekas untuk bahan bakar alternatif, kini para peneliti sedang mengembangkan sel bahan bakar yang berasal dari urine.

Shanwen Tao and Rong Lan, dua ahli kimia dari University of Edinburgh’s School of Engineering and Physical Sciences belum lama ini mengumumkan mereka mengembangkan prototipe bahan bakar yang mereka katakan bekerja pada urine, mengubahnya menjadi listrik dan air bersih.

Berdasarkan laporan Yahoo! India, seperti dikutip situs Natural News, sel bahan bakar yang dikembangkan tim memanfaatkan senyawa dalam urine yang disebut urea, yang merupakan produk limbah organik kimia yang terjadi saat tubuh memetabolisme protein.

Tidak seperti saat ini gas hidrogen dan teknologi sel bahan bakar metanol, yang keduanya dapat menjadi masalah bagi lingkungan, urea tidak beracun, kaya nitrogen berguna dan tersedia untuk digunakan.

Urea juga dikenal dengan sebutan karbamid. Urea tidak membutuhkan katalis mahal seperti platinum untuk mengoperasikannya. Tim mampu mengembangkan metode yang sederhana dan relatif tidak mahal yang megubah urea dalam air, nitrogen, karbondioksida dan listrik pada waktu yang sama.

Prototipe itu dinamakan “Carbamide Power System”, berpotensi mengurangi biaya perawatan air karena banyak sistem pengairan kota sudah menghabiskan banyak uang untuk menghilangkan urea dari air limbah.

Dengan mengintegrasikan teknologi dalam sistem air yang ada dengan tujuan menyaring urea, sel bahan bakar merupakan prospek bagus karena berpotensi untuk menggerakkan listrik dalam jumlah besar dengan biaya murah.

Proyek ini membutuhkan biaya senilai 203.000 dolar dari Engineering and Physical Sciences Research Council, dengan tujuan sel bahan bakar urine di pulau terpencil, padang pasir, dan kapal selam di mana energi sulit ditemukan. Tetapi, potensi penggunannya terbatas, jika dan saat teknologi diluncrukan ke publik.

Sumber: http://teknologitinggi.wordpress.com/

Manusia Memulai Perburuan Untuk Mencari Tempat Tinggal Baru Planet Lain Di Antariksa

Seiring semakin menurunnya daya dukung Bumi, keinginan manusia untuk mencari tempat-tempat baru di jagat raya yang dapat digunakan untuk menopang kehidupan di Bumi terus dilakukan.

Setelah memerhatikan Bulan, Mars, dan salah satu satelit Planet Saturnus, Titan, perhatian manusia juga tertuju pada planet-planet lain di luar sistem keplanetan Matahari yang disebut eksoplanet.

Sejak penemuan Planet 51 Pegasus b di Bintang 51 Pegasus pada 1995, keberadaan sistem keplanetan di luar tata surya Matahari (ekstrasolar) menjadi tumpuan harapan baru. Meski planet-planet yang ditemukan umumnya berupa planet raksasa dan gas, mirip Yupiter di tata surya, harapan menemukan planet yang mirip Bumi tak pernah surut.

Sebagian besar ekstrasolar yang ditemukan hanya memiliki satu planet. Kalaupun ada yang memiliki planet lebih dari satu, jumlahnya terbatas dua hingga tiga planet saja. Jarak planet-planet itu juga sangat dekat dengan bintang induknya sehingga dipastikan tidak dapat dihuni manusia.

European Space Agency (ESA) menyebutkan, sebuah eksoplanet dapat dihuni jika memiliki massa antara 1 massa Bumi dan 10 massa Bumi. Ukuran itu dianggap memadai bagi sebuah planet untuk menjaga kestabilan atmosfernya. Massa planet yang terlalu besar justru akan menyebabkan atmosfernya dipenuhi gas hidrogen.

Jarak yang pas antara planet dan bintang induknya akan membuat suhu planet tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Jarak yang sesuai juga akan memungkinkan adanya air dalam bentuk cair, bukan berupa gas atau es.

Publikasi penemuan sistem keplanetan pada Bintang HD 10180 yang memiliki tujuh planet pada akhir Agustus lalu memunculkan harapan bahwa masih ada planet di luar tata surya yang kemungkinan bisa kita huni. Jumlah tujuh planet yang dimiliki bintang berjarak 40 parsek atau sekitar 130 tahun cahaya itu hampir sama dengan tata surya kita yang memiliki delapan planet.

Christophe Lovis dari Universitas Geneva, Swiss—salah seorang peneliti yang menemukan sistem keplanetan itu—mengungkapkan kepada Associated Press, akhir bulan lalu, lima dari tujuh planet di HD 10180 adalah planet yang setipe Neptunus. ”Mereka terdiri atas batuan dan es dengan inti padat. Tetapi, bagian atasnya berupa gas hidrogen dan helium,” katanya.

Satu planet lainnya seukuran Saturnus dan satu planet lainnya seukuran Bumi. Planet terkecil itu adalah yang terdekat dengan bintang induknya, 0,22 kali jarak Bumi-Matahari. Jarak ini lebih dekat dari jarak Merkurius-Matahari (0,39 jarak Bumi-Matahari) sehingga diduga dia planet yang baru terbentuk. Planet terkecil itu dinamai HD 10180 b, bermassa 1,35 massa Bumi.

Kondisi itu membuat suhu di planet kecil itu sangat panas karena suhu permukaan Bintang HD 10180 adalah 5.911 derajat Kelvin—hampir sama dengan suhu permukaan Matahari yang sekitar 5.778 derajat Kelvin.

Penemuan Planet HD 10180 b dianggap sebagai babak baru pada penelitian eksoplanet. Ternyata, eksoplanet tidak selalu berukuran raksasa, seperti Yupiter dan Saturnus, serta ada eksoplanet yang bukan planet gas. Maka, HD 10180 b untuk sementara dinobatkan sebagai eksoplanet terkecil.

Pencarian

Meski belum ditemukan planet-planet tersebut berpotensi dihuni, Alan Boss dari Institut Sains Carnegie di Washington, AS, yang tidak terlibat dalam penemuan itu, mengatakan, penemuan sistem keplanetan HD 10180 menunjukkan, masih banyak kemungkinan adanya sistem keplanetan dengan planet-planetnya di semesta.

Selama 15 tahun terakhir, para astronom sejumlah negara telah berhasil menemukan 413 ekstrasolar. Sebanyak 49 sistem keplanetan memiliki jumlah planet lebih dari satu. Total eksoplanet yang ditemukan adalah 490 planet. Sistem keplanetan HD 10180 dianggap sebagai ekstrasolar terbesar yang pernah dijumpai hingga kini.

Mencari planet-planet di luar tata surya memang tak mudah. Sebagian planet memiliki posisi sangat dekat dengan bintang induknya, sedang sebagian lainnya justru terlalu jauh. Apalagi cahaya planet sangat lemah dibandingkan bintangnya. Jika cahaya planet diumpamakan sebagai lilin, bintang induknya adalah hutan yang kebakaran dengan api menyala hebat.

Salah satu cara deteksi eksoplanet adalah dengan pengamatan langsung. Namun, cara ini sangat jarang dan amat sulit dilakukan. Pengamatan langsung biasanya dilakukan untuk mengetahui karakter fisik planet, seperti jumlah air atau kandungan atmosfernya. Tingkat kecerlangan cahaya yang dipantulkan planet-planet seukuran Yupiter bisa mencapai satu per satu miliar dibandingkan bintang induknya.

Pengamatan langsung ini biasanya dilakukan pada gelombang cahaya inframerah, bukan cahaya tampak. Cara lain pengamatan langsung dilakukan dengan menggunakan koronagraf untuk menutupi cahaya bintang induk dan hanya menyisakan cahaya korona bintangnya saja.

Deteksi eksoplanet yang paling sering dilakukan adalah dengan menggunakan cara tidak langsung. Cara ini dilakukan dengan cara mengamati efek yang muncul pada bintang induk.

Salah satu cara tidak langsung yang paling sering digunakan adalah mengamati goyangan bintang induk dalam orbit lingkaran tertentu sebagai akibat tarikan gravitasi yang lemah dari planet-planetnya. Goyangan bintang induk itu akan mengubah kecerlangannya.

Perubahan kecerlangan bintang sebagai akibat gerak menjauh dari dan mendekat ke pengamat itulah yang diamati dengan menggunakan spektograf. Dari data perubahan variasi spektrum bintang itulah dapat dihitung jumlah minimum planet yang ada dalam bintang itu.

Walau belum ditemukan eksoplanet yang layak huni, deteksi ekstrasolar dan eksoplanet di dalamnya bisa digunakan untuk mempelajari pembentukan tata surya pada masa lalu. Sistem keplanetan Matahari diprediksi sudah berusia 4,6 miliar tahun. Namun, hingga kini belum diketahui bagaimana proses pembentukannya. Kehadiran ekstrasolar ini bisa menjadi pembanding bagi teori-teori pembentukan tata surya yang telah ada.

Sumber: http://teknologitinggi.wordpress.com/


Makan Kecoa Bisa Menyehatkan Karena Ditemukan Mengandung 9 Antibiotik Ampuh

Kecoa biasanya dilihat sebagai hewan yang membahayakan kesehatan, bisa ditemukan di tempat lembab dan hotel yang kotor.

Namun para ilmuwan percaya bahwa mereka bisa memegang rahasia untuk memperlakukan serangga yang paling tangguh.

Menurut laporan Daily Mail, pengujian telah menemukan jaringan dari otak dan sistem saraf serangga bisa membunuh lebih dari 90 persen infeksi MRSA dan E-coli tanpa merugikan sel manusia.

Simon Lee, seorang peneliti pascasarjana dari University of Nottingham mengatakan kecoa memiliki sifat antibiotik yang kuat setelah menemukan sembilan molekul yang berbeda dalam jaringan kecoa yang beracun bagi bakteri.

Dia berkata: “Kami berharap molekul akhirnya dapat dikembangkan menjadi obat untuk E-coli dan infeksi MRSA yang semakin rawan terhadap obat-obatan saat ini.

“Antibiotik baru ini berpotensi memberikan alternatif lain untuk obat yang tersedia saat ini, obat-obatan saat ini mungkin efektif tetapi memiliki efek samping yang serius dan tidak diinginkan.”

Dia menambahkan: “Serangga sering hidup dalam lingkungan yang tidak sehat dan tidak higienis dimana mereka menghadapi berbagai jenis bakteri. Oleh karena itu logis cara-cara serangga memngembangkan pertahanan untuk melindungi diri terhadap mikro-organisme.”

Penelitian Mr Lee difokuskan pada studi tentang sifat-sifat khusus dari molekul antibakteri yang saat ini sedang diuji pada serangga super tersebut.

Menurut Society for General Microbiology, industri farmasi adalah menghasilkan lebih sedikit dan lebih sedikit antibiotik baru karena kurangnya insentif keuangan, sehingga permintaan tinggi untuk sumber-sumber alternatif obat baru.

Besok, Mr Lee akan memaparkan penemuannya dihadapan teman ilmuwan di pertemuan masyarakat musim gugur di University of Nottingham.

Dr Naveed Khan bertugas mengawasi kerja Lee. Dia berkata: “Serangga super seperti MRSA telah mengembangkan perlawanan terhadap standar terapi dan perawatan yang kami lakukan.

“Mereka telah menunjukkan kemampuan untuk infeksi yang tidak dapat diobati, dan telah menjadi ancaman utama dalam perjuangan kita melawan penyakit bakteri. Jadi, ada kebutuhan terus-menerus untuk menemukan sumber tambahan antimikroba baru untuk menghadapi ancaman ini.”

Kecoa yang selama ini dianggap menjijikkan ternyata berpotensi memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Sejumlah ilmuwan di Universitas Nottingham, Inggris, menemukan kandungan antibiotik yang kuat di dalam otak kecoa dan belalang.

Salah seorang peneliti, Simon Lee, Selasa (7/9), dalam pertemuan Society for General Microbiology di Universitas Nottingham mengatakan, ada sembilan jenis molekul di dalam jaringan otak serangga yang bersifat racun bagi bakteri. Zat-zat tersebut dapat menjadi penangkal infeksi bakteri yang telah resisten terhadap banyak obat. Jaringan di dalam otak dan sistem saraf serangga terbukti mampu membunuh lebih dari 90 persen Staphylococcus aureus (MRSA) yang resisten terhadap Meticillin dan Escherichia coli tanpa merusak sel sehat tubuh. ”Antibiotik baru yang dihasilkan dapat menjadi alternatif.

Obat yang ada sekarang memang efektif, tetapi justru menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan,” ujar Lee. Menurut dia, tidak aneh jika serangga mengeluarkan antimikroba sendiri. ”Serangga banyak yang hidup di lingkungan kotor sehingga kerap menghadapi berbagai jenis bakteri.

Mereka lalu mengembangkan cara guna melindungi diri mereka dari mikroorganisme pengganggu,” ujarnya.

Sumber: http://teknologitinggi.wordpress.com/


Malaikat Awan Muncul Di Inggris

Fenomena alam menjelang terjadinya bencana, selalu saja memancing debat tak berkesudahan. Misalnya, ketika muncul awan aneh di langit Yogyakarta menjelang gempa bumi dahsyat di daerah tersebut tahun 2006 silam.

Pada Sabtu (21/8/2010) sekitar 17.30 WIT tadi, awan aneh berbentuk naga juga muncul di langit Jayapura, Papua. Orang awam pun bertanya-tanya, pertanda apakah fenomena unik itu.

Namun, kecenderungan menghubungkan bentuk-bentuk awan dengan alam supranatural juga terjadi di Inggris.

Sumber: http://teknologitinggi.wordpress.com/

Daily Mail berbasis di London, Sabtu ini juga mengunggah foto awan yang dianggap berbentuk malaikat, hasil bidikan Christine Snowdon (61).

“Mungkin ini hanya gumpalan awan. Tetapi mereka yang sinis pun akan mengakui bahwa penampakan yang mengambang di langit biru terang itu tampak seperti malaikat,” tulis Daily Mail.

Disebutkan, fotografer awan itu, Christine Snowdon, mengaku telah melihat malaikat sejak umur empat tahun. Saat melihat awan tersebut, perempuan yang tinggal di Carshalton Beeches, Surrey itu buru-buru keluar rumah dan mengarahkan kameranya sebelum awan itu menghilang.

Christine memang orang yang percaya dapat melihat penampakan malaikat saban hari di manapun. Ia bahkan pernah menulis buku soal spiritualitas.

Arhy Blog. Diberdayakan oleh Blogger.